MENGAPA SAYA MEMILIH AIKIDO?

Lama-lama akhirnya bosan juga olah raga sendirian, dan cenderung kurang disiplin. Olah raga yang paling saya minati sebenarnya beladiri.  Kemudian saya mulai mencari-cari tempat latihan beladiri, termasuk browsing di internet. Akhirnya saya menemukan tempat latihan Aikido, dan memutuskan untuk mengikuti latihan.

Saya memilih Aikido karena, Pertama: Teknik Aikido berpotensi mematikan, namun dilakukan dengan jiwa murah hati dan damai. Kedua: Aikido bukan semata-mata beladiri tapi, Aikido adalah Budo yang tujuannya untuk mengembangkan spiritual, yaitu melatih “mind & body” dengan berlatih setiap hari dan dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini tentunya baru saya ketahui setelah mengikuti dan merasakannya secara langsung, tidak sebatas membaca buku dan melihat peragaannya di video saja. Sebelumnya saya pernah mengikuti beberapa pelatihan beladiri, tetapi belum pernah menemukan gerakan yang sama dengan Aikido. Ada beberapa yang mirip, tapi kurang begitu menarik.  Atau, paling tidak saya mencobanya dulu.  Sebagaimana halnya saya mengikuti pelatihan beladiri lain, semata-mata ingin mencoba, kemudian bosan, ditinggalkan, dan mencari yang baru lagi. Bisa jadi setelah mengikuti latihan Aikido-pun tidak akan jauh berbeda dengan yang lain.

Tidak seperti biasa, apabila dibandingkan pada masa lalu mengikuti latihan beladiri lain, yang paling lamapun tidak pernah lebih dari 2 tahun. Bisa karena bosan, atau karena rasa penasaran untuk mengikuti dan mencoba beladiri yang lainnya lagi.

Untuk beladiri lain, terutama yang beraliran keras, tidak terlalu sulit untuk mengikutinya. Untuk orang pemarah seperti saya sangat cocok, bisa dijadikan pelampiasan kemarahan. Setelah mengikuti latihan Aikido ternyata saya mengalami kesulitan. Aikido lebih defensif dan memanfaatkan tenaga lawan. Aikido gerakannya lebih lembut dan tidak terlalu memforsir tenaga. Kalau mau menantang lawan, Aikido tidak ada jurusannya, karena aikido mengajarkan hidup damai. Aikido sangat efektif untuk melatih kesabaran. Disinilah letak kesulitannya.

Seiring bertambahnya usia, jauh di dalam tubuh, massa otot akan mengalami penuaan. Semakin tua seseorang, maka semakin cepat dan banyak jumlah otot yang hilang. Ketika massa otot berkurang, secara otomatis kita akan merasa kesulitan untuk beraktifitas di usia tua karena kehilangan kekuatan dan kemampuan motoriknya. Untuk itu, kita tidak selamanya bisa mengandalkan otot.

Karena Aikido termasuk seni beladiri yang paling sulit, saya menjadi lebih antusias untuk terus mengikutinya. Dan, karena Aikido tidak terlalu mengandalkan kekuatan otot, saya yang mulai lemah ini semakin berminat untuk terus mengikutinya, dan masih bisa bertahan sampai sekarang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s